Website Bisnis

Mending WordPress atau Blogger untuk Website Usaha? (2026)

Untuk website usaha, WordPress di hosting sendiri lebih masuk akal daripada Blogger, asal jelas siapa yang merawatnya. Ini perbandingan biaya, domain, SSL, update, dan cadangannya.

Kalau pertanyaannya mending WordPress atau Blogger untuk website usaha, jawabannya WordPress yang dipasang di hosting sendiri. Blogger cukup untuk blog sederhana tanpa katalog, formulir, atau toko. Blogger gratis dan servernya diurus Google, sedangkan WordPress memberi kendali penuh atas tampilan dan fitur, dengan satu konsekuensi: perawatannya jadi tanggung jawabmu atau vendormu.

Pilihan ini mirip memilih antara menitip dagangan di etalase toko orang dan menyewa kios sendiri. Menitip itu murah dan tidak repot, tapi aturan etalase ditentukan pemilik toko. Kios sendiri bisa kamu tata sesukamu, asal kamu juga yang membayar listrik dan menjaga kuncinya.

Data W3Techs per November 2026 mencatat WordPress dipakai 39,4% dari semua website yang mereka pantau, sedangkan kelompok sistem milik Google (termasuk Blogger) hanya 0,5%. Pada 8 November 2026 saya juga mengecek 21 website portofolio dooha.id yang masih aktif: 17 di antaranya memakai WordPress, 3 tidak memakai WordPress. Sebagian besar website itu kami sendiri yang membangun, jadi angkanya hanya menggambarkan kebiasaan kerja kami.

WordPress, Blogger, dan website builder: bedanya dalam satu tabel

Sebelum membandingkan, pisahkan dulu dua jenis WordPress. Menurut halaman bantuan WordPress.com, WordPress.com dan WordPress.org memakai perangkat lunak yang sama, dan beda utamanya ada di hosting. WordPress.org bisa diunduh gratis lalu dipasang di hosting pilihanmu sendiri. WordPress.com sudah termasuk hosting yang dikelola, jadi cara kerjanya lebih mirip website builder seperti Wix.

Selanjutnya, “WordPress” di sini berarti WordPress.org yang dipasang di hosting sendiri, karena itu yang paling sering dipakai untuk website usaha.

Hal yang dibandingkan Blogger WordPress di hosting sendiri Website builder (WordPress.com, Wix, dan sejenisnya)
Biaya platform Gratis Perangkat lunaknya gratis, hosting dan domain dibayar tiap tahun Langganan sesuai paket
Domain sendiri Bisa, alamat blogspot.com dialihkan ke domainmu Bisa Bisa, ketentuannya tergantung paket
Sertifikat SSL Dibuat dan diperpanjang Blogger Diurus lewat hosting, perlu dipastikan perpanjangannya berjalan Diurus penyedia
Update dan keamanan Diurus Google Tanggung jawabmu atau vendormu Diurus penyedia
Fitur tambahan Fitur bawaan Blogger, tanpa plugin Ribuan plugin, termasuk toko online dan formulir Sesuai fitur dan paket penyedia
Kendali atas data Mengikuti kebijakan Blogger, bisa dicadangkan lewat Google Takeout File dan database ada di hostingmu Mengikuti kebijakan penyedia
Cocok untuk Blog pribadi atau catatan usaha Company profile, katalog, toko online, website yang akan terus berkembang Pemilik yang mau langganan bulanan tanpa mengurus server

Siapa yang merawat website setelah tayang?

Setelah website tayang, sertifikat SSL harus diperpanjang, perangkat lunaknya diperbarui, dan cadangannya disiapkan sebelum ada masalah. Perbandingan WordPress dan Blogger jarang membahas siapa yang mengerjakan semua itu, padahal di sini kedua platform paling berbeda.

Di Blogger, sebagian besar urusan itu dipegang Google. Bantuan Blogger menyebut Blogger yang membuat dan memperpanjang sertifikat SSL untuk domain kustom. Ada satu catatan teknis di halaman yang sama: kalau domainmu memakai data CAA, kamu harus menambahkan data untuk letsencrypt.org, karena tanpa itu Blogger tidak akan membuat atau memperpanjang sertifikatnya.

Di WordPress, semua itu jadi pekerjaan pemilik website atau vendornya. Saya pernah kecolongan soal ini: SSL di website klien yang memakai panel CyberPanel tidak diperpanjang otomatis karena belum ada cronjob untuk perpanjangannya. Kami baru tahu sehari setelah sertifikatnya kedaluwarsa. Perbaikannya selesai dalam sehari dengan memasang perpanjangan otomatis SSL Let’s Encrypt, dan sejak itu sertifikat website klien ikut kami cek berkala.

Contoh lain: update plugin di website klien kami saat ini masih dikerjakan manual, dan rencananya baru dibuat otomatis setelah sistem cadangannya berjalan. Keluhan website lambat dari klien juga biasanya berasal dari hal sederhana, misalnya gambar yang diunggah berukuran besar dan belum ada plugin cache.

Sebelum memilih, isi tabel ini untuk usahamu sendiri. Kalau banyak kolom yang jawabannya “belum tahu”, itu tanda kamu perlu platform yang lebih banyak diurus penyedia, atau perlu orang yang merawat websitemu.

Yang harus dipegang Pertanyaan untukmu
Domain Terdaftar atas nama siapa, dan siapa yang menerima tagihan perpanjangannya?
Akses admin Siapa saja yang punya akun admin, dan apakah kamu memegang satu akun pemilik?
SSL Siapa yang mengecek sertifikatnya masih berlaku?
Update Siapa yang memperbarui WordPress, tema, dan plugin, dan seberapa sering?
Cadangan Di mana file cadangan disimpan, dan kapan terakhir dicoba dipulihkan?

Urusan domain paling sering terlupakan. Beberapa klien datang ke kami dengan domain yang masih terdaftar atas nama vendor lama, lalu setelah dipindahkan, data domainnya diganti sepenuhnya menjadi milik klien. Rincian pekerjaan rutin yang biasanya kami kerjakan tiap bulan ada di artikel apa saja yang dikerjakan saat maintenance website.

Kapan Blogger sudah cukup untuk usahamu

Blogger masuk akal kalau yang kamu butuhkan memang blog: tempat menulis kabar usaha, resep, atau tips untuk pelanggan, dengan anggaran nol dan tanpa orang teknis. Kamu tetap bisa memakai domain sendiri. Menurut Bantuan Blogger, pengalihan alamat blogspot.com ke domain kustom bisa memakan waktu hingga 24 jam.

Kekurangan Blogger ada di soal kendali. Blogger punya Kebijakan Konten sendiri, dan bila sebuah blog dinilai melanggar, tindakannya bisa berupa menghapus konten atau blog, menonaktifkan akses penulis ke akun Blogger, sampai menonaktifkan akses ke Akun Google-nya. Menurut saya usaha yang wajar jarang tersandung aturan ini, tapi keputusan akhirnya tetap di tangan Google.

Karena itu, rajin-rajinlah mencadangkan isi blog. Bantuan Blogger soal cadangan menjelaskan caranya: buka Setelan, lalu di bagian “Kelola blog” klik Cadangkan konten, atau unduh lewat Google Takeout. Tema blog disimpan terpisah lewat menu Tema, lalu pilih Cadangkan.

Kalau usahamu baru mulai dan pelanggan lebih banyak datang dari peta, sebenarnya Blogger pun belum tentu perlu. Sebagian besar klien dooha.id memulai dari Google Profil Bisnis. Lengkapi dulu profil itu dengan panduan Google Profil Bisnis untuk usaha lokal, baru pikirkan website saat kamu butuh tempat untuk menjelaskan layanan dengan lebih lengkap.

Kapan WordPress lebih masuk akal

WordPress lebih masuk akal saat website menjadi tempat calon pembeli memutuskan: company profile perusahaan, katalog produk, halaman layanan per jenis pekerjaan, formulir permintaan penawaran, atau toko online. Fitur seperti itu datang dari plugin, dan direktori resmi WordPress.org mencatat lebih dari 78.000 plugin gratis.

Cek hostingnya dulu. Halaman persyaratan WordPress menyarankan hosting yang mendukung PHP 8.3 atau lebih baru, MariaDB 10.11 atau lebih baru (atau MySQL 8.0 ke atas), dan HTTPS. Hosting yang masih memakai versi lama tetap bisa menjalankan WordPress, tapi halaman yang sama mengingatkan versi itu sudah habis masa dukungannya dan bisa membuka celah keamanan.

Untuk website klien, saya biasanya memakai tema Astra atau Hello, page builder Elementor, salah satu plugin SEO (Yoast SEO, All in One SEO, atau Rank Math), LiteSpeed Cache untuk kecepatan, dan Site Kit by Google untuk analitik. Panelnya cPanel atau CyberPanel, tergantung hostingnya. Dulu saya juga banyak memakai Divi, tapi sekarang sudah jarang karena kurang fleksibel. Jejaknya masih terlihat di portofolio: dari 17 website WordPress yang saya cek tadi, 8 dibangun dengan Elementor, 8 dengan Divi, dan 1 dengan WPBakery.

Hati-hati dengan penawaran yang menjual WordPress sebagai “bikin website itu mudah dan murah”. Memasangnya memang cepat. Yang memakan waktu justru menyiapkan isinya dan merawatnya bertahun-tahun, dan website yang dibuat murah dan cepat belum tentu bagus. Gambaran lengkap urutan membangunnya ada di panduan website untuk UMKM dari nol sampai tayang.

Website builder seperti WordPress.com atau Wix

Website builder adalah jalan tengah: kamu membayar langganan, lalu penyedia yang mengurus server. Menurut halaman bantuan WordPress.com, di layanan mereka update, cadangan, dan SSL gratis untuk domain diurus otomatis, dan plugin bisa dipasang di semua paket berbayar. Wix juga cukup banyak dipakai, sekitar 4,2% dari semua website di data W3Techs yang sama.

Pilihan ini cocok kalau kamu ingin fitur lebih banyak dari Blogger tapi tidak mau mengurus hosting sendiri. Yang perlu dihitung adalah biaya langganan yang terus berjalan selama website hidup, dan seberapa mudah isinya dipindahkan kalau suatu hari kamu ingin ganti penyedia.

Kalau websitemu sudah terlanjur di Blogger

Tidak perlu buru-buru pindah. Selama blog itu masih menjalankan tugasnya, rapikan dulu fondasinya supaya perpindahan nanti tidak merepotkan:

  1. Cadangkan isi blog dari Setelan > Kelola blog > Cadangkan konten, dan cadangkan tema dari menu Tema.
  2. Pasang domain sendiri kalau masih memakai alamat blogspot.com, supaya alamat yang dikenal pelanggan tetap sama walaupun platformnya berganti.
  3. Catat semua alamat halaman yang sering dikunjungi atau sering dibagikan ke pelanggan.
  4. Saat pindah ke WordPress, pastikan alamat lama itu diarahkan ke halaman baru yang isinya sama.
  5. Setelah pindah, cek hasilnya di Google Search Console selama beberapa minggu.

Biaya yang muncul setelah pindah juga perlu dihitung sejak awal. Rinciannya, dari domain sampai perawatan, ada di artikel biaya website yang muncul setiap tahun.

FAQ: mending WordPress atau Blogger untuk usaha

Apakah Blogspot termasuk website?

Ya. Blog di Blogger dengan alamat blogspot.com atau domain sendiri tetap website yang bisa dibuka siapa saja. Yang membedakannya dari WordPress adalah fitur dan seberapa besar kendalimu atas website itu.

Apa kelemahan WordPress?

Kelemahan utama WordPress yang dipasang di hosting sendiri adalah perawatannya. Update, cadangan, keamanan, dan perpanjangan SSL harus dikerjakan sendiri atau oleh orang yang kamu tunjuk. Kamu juga harus membayar hosting dan domain setiap tahun.

Apakah Blogger bisa memakai domain sendiri?

Bisa. Domain dibeli dari penyedia domain, lalu diatur di Setelan Blogger bagian Domain kustom dan di pengaturan DNS penyedia domain. Menurut Bantuan Blogger, pengalihan alamat blogspot.com ke domain itu bisa memakan waktu hingga 24 jam.

Apakah WordPress gratis?

Perangkat lunak WordPress dari WordPress.org gratis diunduh. Yang dibayar adalah hosting dan domain, ditambah tema atau plugin berbayar bila kamu membutuhkannya. WordPress.com punya paket gratis dan berbayar, dan plugin hanya bisa dipasang di paket berbayar.

Mending WordPress atau Blogger untuk pemula?

Untuk belajar menulis blog, Blogger lebih mudah karena tidak ada server yang perlu diurus. Untuk website usaha yang akan dipakai calon pembeli mengecek layanan dan menghubungimu, saya menyarankan WordPress, dengan catatan sudah jelas siapa yang merawatnya.

Sebelum memilih platform, jawab dua pertanyaan ini

Pertama, apa yang harus bisa dilakukan pengunjung di websitemu: membaca tulisan, melihat katalog, meminta penawaran, atau membeli? Kedua, siapa yang akan merawatnya setiap bulan? Kalau jawabannya “membaca tulisan” dan “tidak ada”, Blogger sudah cukup. Kalau pengunjung harus bisa melihat produk dan menghubungimu, WordPress lebih tepat, dan perawatannya perlu dipikirkan sejak hari pertama.

Kalau kamu memilih WordPress tapi tidak sempat mengurus hosting, update, dan cadangannya, tim dooha.id bisa membuatkan websitenya sekaligus merawatnya setelah tayang. Pilihan paketnya ada di halaman Paket dooha.id. Masih ragu platform mana yang cocok untuk usahamu? Tulis jenis usahamu di kolom komentar, nanti saya bantu jawab.

Deni Rusdiaman

Founder dooha.id. Sudah 14 tahun berkecimpung di dunia web dan IT.

Mau tahu biaya untuk bisnis Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda dalam 15 menit. Kami kirim rincian paket dan harganya.