Website Bisnis

Website untuk UMKM: Panduan dari Nol sampai Tayang (2026)

Website untuk UMKM cukup lima halaman yang terisi lengkap dan tombol WhatsApp di setiap halaman. Panduan dari memilih kanal, langkah membuat, sampai perawatan setelah tayang.

Website untuk UMKM tidak perlu besar. Untuk kebanyakan usaha kecil, lima halaman sudah cukup: Beranda, Produk atau Layanan, Tentang, Bukti (portofolio atau testimoni), dan Kontak, ditambah tombol WhatsApp di setiap halaman dan domain yang terdaftar atas nama usahamu sendiri.

Kenapa sekecil itu? Lihat dulu di mana penjualan UMKM sebenarnya terjadi. Survei BPS terhadap 15.677 usaha e-commerce pada 2021 mencatat 93,98% berjualan lewat aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, sementara yang berjualan lewat website hanya 2,05% (Databoks Katadata, 2 Maret 2023). Datanya dari 2021, jadi anggap sebagai gambaran umum. Kalau transaksinya terjadi di chat, tugas website adalah membuat usahamu ditemukan dan dipercaya, lalu mengantar orang ke chat itu.

Selama 14 tahun di dunia web dan IT, permintaan yang paling sering saya dengar dari pemilik usaha ada tiga: ingin go digital, ingin lebih mudah dicari dan dikenal orang, dan ingin branding yang lebih kuat. Website kecil yang dirawat dengan baik bisa membantu ketiganya, asal harapannya sejak awal masuk akal.

Apa yang dikerjakan website untuk UMKM, dan apa yang tidak

Anggap marketplace dan media sosial sebagai lapak sewaan di mal milik orang lain. Ramai, tapi aturan mainnya ditentukan pengelola mal. Website itu ruko sendiri: sepi di awal, tapi papan namanya milikmu dan alamatnya tidak berubah walau aturan mal berganti.

Dari situ, ada empat hal yang bisa diharapkan dari website usaha kecil:

  1. Muncul saat orang mencari nama usahamu atau jenis jasamu di Google.
  2. Menjawab pertanyaan yang sama berulang kali: produk, layanan, area kerja, cara pesan.
  3. Menunjukkan bukti bahwa usahamu nyata, lewat foto pekerjaan, daftar klien, atau alamat.
  4. Mengantar calon pembeli ke WhatsApp atau formulir dengan satu klik.

Yang tidak bisa diharapkan: website baru langsung mendatangkan pembeli. Google sendiri menulis bahwa sebagian perubahan di situs bisa terlihat dalam beberapa jam, sebagian lagi butuh beberapa bulan, dan umumnya kamu perlu menunggu beberapa minggu untuk tahu apakah usahamu berdampak di hasil penelusuran (Google Search Central).

Saran saya ke pemilik usaha yang baru go digital selalu sama. Dikenal secara organik butuh waktu. Kalau ingin cepat, jalannya lewat iklan, dan itu butuh biaya besar, itu pun kalau memang ada budgetnya. Klien juga sering datang dengan anggapan bahwa SEO itu mudah. Kenyataannya tidak semudah itu, jadi pasang target yang masuk akal sejak awal.

Website, marketplace, media sosial, atau Google Profil Bisnis

Keempatnya bisa jalan bersamaan. Bedanya ada di siapa yang memegang aturan dan untuk apa masing-masing paling kuat.

Kanal Siapa yang memegang aturan Biaya utama Paling kuat untuk Kelemahan
Google Profil Bisnis Google Gratis (Google) Muncul di Google Maps dan pencarian lokal, ulasan pelanggan Isi terbatas, tampilannya mengikuti format Google
Media sosial Pemilik platform Gratis untuk akun, iklan berbayar Konten harian, interaksi, promo Jangkauan unggahan diatur platform, unggahan lama tenggelam
Marketplace Pengelola marketplace Biaya admin atau komisi sesuai aturan platform Transaksi produk fisik, pembeli yang sudah siap belanja Bersaing harga berdampingan dengan toko lain, data pembeli tidak sepenuhnya milikmu
Website Kamu Domain dan hosting tiap tahun, pembuatan, perawatan Kepercayaan, informasi lengkap, ditemukan lewat pencarian jangka panjang Butuh waktu sampai dikenal, perlu dirawat

Sebagian besar klien dooha.id memang memulai dari Google Profil Bisnis. Kendalanya, informasi yang bisa ditampilkan di sana tidak banyak, sehingga mereka butuh tempat untuk menjelaskan layanannya lebih detail.

Urutan yang saya sarankan ke klien: kalau belum punya Google Profil Bisnis, mulai dari website, lalu buat Google Profil Bisnis yang menautkan ke website itu. Kalau kamu menjual barang, websitenya bisa sekalian dibuat dalam mode toko online supaya pembeli bisa berbelanja langsung di sana. Dengan urutan ini, calon pembeli yang mencari di Google menemukan profil bisnismu, membuka website untuk melihat informasi yang lebih lengkap, lalu memesan atau berbelanja di website itu. Tautkan juga website yang sama dari bio media sosial dan katalog WhatsApp.

Menurut saya, usaha jasa seperti kontraktor, bimbel, atau konsultan paling terbantu oleh website. Calon kliennya biasanya mengecek dulu sebelum menghubungi, dan bukti pekerjaan mereka tidak muat di satu unggahan Instagram.

Lima halaman yang cukup untuk website UMKM

Lima halaman yang terisi lengkap lebih berguna daripada lima belas halaman yang isinya tipis.

Halaman Isi minimal Catatan
Beranda Satu kalimat tentang apa yang kamu jual dan untuk siapa, area layanan, tombol WhatsApp Jawab “ini usaha apa” dalam lima detik pertama
Produk atau Layanan Daftar produk/jasa, untuk siapa, cara pesan Satu layanan utama bisa punya halaman sendiri bila dicari orang
Bukti Foto pekerjaan, daftar klien, atau testimoni yang sudah diizinkan Foto asli lebih dipercaya daripada foto stok
Tentang Siapa di balik usaha, sejak kapan, alamat Calon klien ingin tahu ada orang sungguhan di belakangnya
Kontak WhatsApp, telepon, email, jam layanan, peta Pastikan nomor di semua halaman sama

Isinya akan berbeda per sektor. Beberapa contoh dari situs yang dooha.id kerjakan, yang bisa kamu buka sendiri:

  • Lapak Bordir menonjolkan jasa bordir komputer tanpa minimal order, langsung di judul situsnya.
  • PT Warna Citra Pelangi, distributor mesin las dan perkakas di Bekasi, mengelompokkan produknya per kategori (mesin las, aksesori las, perkakas) dan menyediakan katalog, supaya pembeli bisa langsung menuju barang yang dicari.
  • Michael Kontraktor memisahkan menu Jasa, Rental, dan Supplier, lalu membuat halaman per layanan dan per kota, misalnya jasa pengaspalan atau sewa baby roller di wilayah tertentu.
  • AksesPrivat berfokus pada les privat untuk masuk PTN. Fitur yang dibutuhkan situs seperti ini saya bahas terpisah di artikel fitur wajib website bimbel dan tempat les.

Cerita lengkap beberapa proyek itu ada di halaman studi kasus dooha.id.

Cara membuat website UMKM dari nol sampai tayang

Urutan di bawah berlaku apa pun alat yang kamu pakai, baik membuat sendiri maupun lewat jasa.

Langkah 1: Tentukan satu tindakan yang kamu mau dari pengunjung

Pilih satu: chat WhatsApp, telepon, datang ke lokasi, atau minta penawaran. Tindakan ini yang nanti jadi tombol utama di setiap halaman. Kalau tombolnya terlalu banyak, pengunjung bingung harus menekan yang mana.

Langkah 2: Pilih nama domain dan pastikan atas nama usahamu

Domain adalah alamat website, misalnya namausaha.id atau namausaha.com. Siapkan satu nama utama dan satu-dua cadangan kalau nama itu sudah dipakai orang. Pastikan domain terdaftar atas namamu atau nama usahamu, bukan atas nama vendor. Di dooha.id, domain didaftarkan lewat PANDI atas nama klien (Syarat Layanan dooha.id). Tanyakan hal yang sama ke siapa pun yang membuatkan websitemu.

Langkah 3: Kumpulkan materi sebelum pengerjaan dimulai

Materi minimal yang kami minta dari klien ada empat: logo, foto, informasi kontak, dan teks atau poin utama bisnis. Jadwal pengerjaan baru berjalan setelah materi itu lengkap. Kalau materinya terlambat, jadwalnya ikut mundur.

Dari pengalaman saya, kesiapan materi inilah yang paling menentukan lama pengerjaan. Website Lapak Bordir termasuk yang selesai paling cepat, karena semua materinya sudah siap sejak hari pertama.

Langkah 4: Pilih cara membangunnya

Ada tiga pilihan umum: website builder, WordPress yang kamu kelola sendiri, atau jasa pembuatan website. Bedanya saya uraikan di bagian berikutnya. Untuk patokan waktu, company profile umumnya selesai dalam 3 sampai 7 hari kerja dan toko online 7 sampai 14 hari, semuanya tergantung kesiapan materi. Rinciannya ada di artikel berapa lama membuat website company profile.

Langkah 5: Susun halaman dan pasang tombol WhatsApp

Isi lima halaman tadi, lalu taruh tombol WhatsApp di posisi yang selalu terlihat, terutama di tampilan HP. Untuk urusan chat, yang selama ini diminta klien dooha.id memang cukup tombol yang langsung membuka WhatsApp admin lewat tautan wa.me. Chatbot bisa menyusul kalau chat yang masuk sudah banyak dan pertanyaannya berulang.

Langkah 6: Cek dulu sebelum diumumkan

Buka websitenya dari HP sendiri dan HP orang lain. Klik setiap tombol WhatsApp dan pastikan nomornya benar. Kirim satu pesan uji lewat formulir bila ada. Pastikan alamatnya diawali https dan browser tidak menampilkan peringatan “tidak aman”. Baca ulang nomor telepon, alamat, dan jam buka, karena calon pembeli akan memakai data itu apa adanya.

Langkah 7: Kenalkan websitemu ke Google

Tautkan website dari Google Profil Bisnis dan dari bio media sosialmu. Setelah beberapa hari, ketik site:namadomainmu.id di kolom pencarian Google untuk melihat halaman mana yang sudah masuk indeks. Cara ini disarankan langsung oleh Google di Panduan Memulai SEO. Kalau belum muncul, sabar dulu beberapa hari sebelum mengubah apa-apa.

Bikin sendiri, pakai builder, atau pakai jasa?

Pilihannya bergantung pada waktu yang kamu punya dan siapa yang akan merawat website itu.

Cara Cocok untuk Waktu dari kamu Risiko yang perlu diwaspadai
Website builder Usaha yang baru mulai dan butuh satu-dua halaman Sedang, kamu yang menyusun isi dan tampilan Pindah ke platform lain kelak bisa repot, fitur terbatas paket langganan
WordPress kelola sendiri Pemilik usaha yang senang mengutak-atik dan punya waktu belajar Banyak, termasuk update plugin, backup, keamanan Situs dibiarkan tanpa update, SSL dan backup terlupa
Jasa pembuatan website Usaha yang ingin fokus berjualan dan butuh hasil yang rapi Sedikit, cukup materi dan masukan revisi Domain atau akses admin dipegang vendor, tidak ada yang merawat setelah tayang

Saya selalu mengingatkan klien soal janji “bikin website itu mudah dan murah”, karena yang murah dan cepat belum tentu bagus. Sebelum membayar siapa pun, tanyakan lima hal ini:

  1. Domain didaftarkan atas nama siapa?
  2. Apakah saya mendapat akses admin penuh?
  3. Berapa kali putaran revisi yang termasuk?
  4. Ada garansi setelah tayang? Berapa lama dan untuk masalah apa?
  5. Siapa yang memperbarui SSL, plugin, dan isi website setelah serah terima?

Minta jawabannya tertulis, karena selisih harga tidak ada artinya kalau kelima hal ini tidak jelas.

Biaya yang muncul setiap tahun

Biaya website tidak berhenti di hari tayang. Komponennya umumnya seperti ini:

  • Pembuatan, sekali di awal (atau dicicil, tergantung skema vendornya).
  • Domain, diperpanjang setiap tahun.
  • Hosting, tempat file website disimpan, juga tahunan atau bulanan.
  • Tema, plugin, atau fitur berbayar bila dipakai.
  • Perawatan, bila kamu tidak mengurusnya sendiri.

Yang paling sering terlupa adalah perpanjangan domain. Di dooha.id, kami mengirim pengingat 30 hari sebelum jatuh tempo, dan setelah kedaluwarsa masih ada masa tenggang 7 hari (Syarat Layanan dooha.id). Lewat dari masa tenggang, pemulihan domain dikenai biaya 4 kali biaya perpanjangan.

Setelah tayang: perawatan yang paling sering terlewat

Website yang sudah jadi tetap perlu dicek. Kami pernah mengalaminya sendiri. Sertifikat SSL di salah satu situs klien yang memakai panel CyberPanel tidak diperpanjang otomatis karena cronjob perpanjangannya belum dipasang. Kami baru tahu sehari setelah sertifikatnya kedaluwarsa. Perbaikannya selesai dalam sehari, tapi selama itu pengunjung disambut peringatan “tidak aman” di browser. Penyebab dan cara mencegahnya saya tulis lengkap di artikel SSL Let’s Encrypt yang tidak auto renew.

Selain SSL, ini yang sebaiknya dicek berkala:

  • Isi yang berubah: harga, jadwal, layanan baru, nomor WhatsApp admin.
  • Update WordPress, tema, dan plugin, dengan backup lebih dulu.
  • Masa berlaku domain dan hosting.
  • Tombol WhatsApp dan formulir, masih bekerja atau tidak.

Kalau tidak ada orang di usahamu yang sempat mengurus ini, serahkan ke layanan perawatan bulanan. Harga tahun lalu atau nomor admin yang sudah tidak aktif membuat calon pembeli ragu, padahal website dibuat supaya mereka percaya.

Kalau usahamu belum perlu website sekarang

Website bukan langkah pertama untuk semua usaha. Tunda dulu kalau:

  • usahamu belum rutin berjualan, sehingga belum jelas apa yang mau ditampilkan;
  • hampir semua pembeli datang dari kenalan dan pelanggan lama yang sudah menyimpan nomormu;
  • belum ada satu pun foto produk atau pekerjaan yang layak ditampilkan;
  • tidak ada orang yang bisa memperbarui isinya, dan belum ada anggaran untuk perawatan.

Di tahap itu, Google Profil Bisnis dan WhatsApp Business biasanya sudah cukup. Aplikasi gratis lain yang membantu usaha kecil, dari kasir sampai pembukuan, saya rangkum di artikel aplikasi untuk UMKM per kebutuhan. Website bisa menyusul saat penjualan mulai berjalan dan kamu sudah punya bahan untuk mengisinya.

Tanya jawab seputar website untuk UMKM

Apakah UMKM wajib punya website?

Tidak wajib. Website paling berguna untuk usaha yang calon pembelinya mencari dan membandingkan dulu sebelum menghubungi, misalnya jasa, kontraktor, bimbel, atau distributor. Usaha yang baru mulai bisa memakai Google Profil Bisnis dan WhatsApp Business lebih dulu.

Berapa lama membuat website UMKM?

Website company profile umumnya selesai dalam 3 sampai 7 hari kerja, toko online 7 sampai 14 hari. Hitungannya baru berjalan setelah materi lengkap: logo, foto, kontak, dan teks atau poin utama bisnis. Materi yang terlambat membuat jadwal ikut mundur.

Lebih baik website atau marketplace untuk UMKM?

Tergantung produknya. Marketplace cocok untuk barang fisik yang dijual satuan karena pembelinya sudah siap belanja. Website cocok untuk membangun kepercayaan dan informasi lengkap yang alamatnya milikmu sendiri, dan bisa sekalian dibuat sebagai toko online supaya pembeli berbelanja langsung di situ. Banyak usaha memakai keduanya, dengan website sebagai pusat informasi.

Apakah website baru langsung muncul di Google?

Tidak selalu. Menurut Google, sebagian perubahan bisa terlihat dalam beberapa jam, sebagian lagi butuh beberapa bulan. Kamu bisa mengecek halaman yang sudah terindeks dengan mengetik site:namadomainmu di kolom pencarian Google.

Apa saja yang perlu disiapkan sebelum membuat website?

Siapkan logo, foto produk atau pekerjaan, informasi kontak, dan teks atau poin utama tentang usahamu. Tentukan juga satu nama domain beserta cadangannya, dan satu tindakan utama yang kamu mau dari pengunjung, misalnya chat WhatsApp.

Siapkan lima bahan ini sebelum menghubungi siapa pun

Sebelum mencari vendor atau mencoba website builder, kumpulkan dulu dalam satu folder:

  1. Logo dalam ukuran asli.
  2. 5 sampai 10 foto produk atau pekerjaan.
  3. Nomor WhatsApp, alamat, dan jam layanan.
  4. Poin-poin tentang usahamu: apa yang dijual, untuk siapa, area layanan.
  5. Dua atau tiga nama domain yang kamu suka.

Dengan folder itu, pengerjaan website jauh lebih cepat, siapa pun yang mengerjakannya. Kalau kamu ingin dibantu dari awal sampai tayang dan dirawat setelahnya, ceritakan kebutuhanmu ke tim dooha.id lewat WhatsApp, atau lihat dulu pilihan di halaman Paket. Ada pertanyaan yang belum terjawab di sini? Tulis saja di kolom komentar, nanti saya bantu jawab.

Deni Rusdiaman

Founder dooha.id. Sudah 14 tahun berkecimpung di dunia web dan IT.

Mau tahu biaya untuk bisnis Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda dalam 15 menit. Kami kirim rincian paket dan harganya.