Website Bisnis

Biaya Membuat Website Perusahaan 2026: Rincian Komponennya

Rincian biaya membuat website perusahaan per komponen, dari domain sampai perawatan, lengkap dengan harga resmi bertanggal dan simulasi tahun pertama vs tahun kedua.

Biaya membuat website perusahaan terdiri dari dua kelompok: biaya sekali di awal (pembuatan desain dan halaman, penulisan teks, foto) dan biaya yang datang lagi setiap tahun (domain, hosting, email bisnis, lisensi tema atau plugin, dan perawatan). Kelompok kedua ini yang mudah meleset dari anggaran, karena harga di tahun pertama sering kali harga promo.

Contohnya domain .com. Per 29 Oktober 2026, Rumahweb menjualnya Rp137.000 untuk pendaftaran, lalu Rp219.000 untuk setiap perpanjangan. Kalau perpanjangannya terlewat sampai domain harus dipulihkan, biaya restore-nya Rp1.800.000 (Rumahweb, harga domain). Selisih antara harga daftar dan harga perpanjangan seperti ini perlu masuk hitungan sejak awal, karena yang dibayar setiap tahun adalah harga perpanjangannya.

Harga paket dooha.id tidak saya cantumkan di sini. Yang dirinci adalah komponen biayanya, siapa pun vendornya.

Rincian biaya membuat website perusahaan per komponen

Harga di bawah diambil dari halaman resmi vendor pada 29 Oktober 2026. Vendornya hanya contoh supaya angkanya nyata. Registrar dan penyedia lain punya harga sendiri, dan harga bisa berubah kapan saja.

Komponen Kapan dibayar Contoh harga resmi (29 Okt 2026) Catatan
Domain .co.id Tiap tahun Rp300.000/tahun, perpanjangan sama (Rumahweb) Wajib KTP dan NIB. Restore Rp1.200.000
Domain .id Tiap tahun Rp219.000/tahun, perpanjangan sama Tanpa syarat dokumen. Restore Rp1.000.000
Domain .com Tiap tahun Rp137.000 tahun pertama (promo), perpanjangan Rp219.000 Restore Rp1.800.000
Hosting Tiap bulan atau tiap tahun Paket Small Rp17.900/bulan, harga coret Rp50.000/bulan (Rumahweb, hosting) Harga promo hanya untuk tahun pertama
Sertifikat SSL Gratis, perlu diperpanjang otomatis Rp0 lewat Let’s Encrypt Sudah termasuk di banyak paket hosting
Email bisnis (Google Workspace Starter) Tiap bulan, per pengguna US$7/pengguna/bulan, promo US$4,20 selama 12 bulan untuk pelanggan baru (Google Workspace) Email hosting bawaan juga bisa dipakai
Builder atau tema berbayar (contoh Elementor Pro Essential) Tiap tahun US$60/tahun untuk 1 situs (Elementor) Hanya bila fiturnya memang dipakai
Pembuatan website (jasa atau waktu sendiri) Sekali di awal, atau dicicil per bulan Bergantung pada jumlah halaman, teks, foto, dan fitur Komponen dengan selisih terbesar antarvendor
Perawatan Tiap bulan atau tiap tahun Bergantung pada cakupan Update, backup, cek SSL, perubahan isi

Kalau kamu baru mulai dan masih menimbang perlu website atau tidak, gambaran besarnya ada di panduan website untuk UMKM dari nol sampai tayang.

Tahun pertama dan tahun kedua jarang sama

Coba hitung biaya pihak ketiga untuk website company profile yang kamu kelola sendiri: domain .co.id, hosting paket Small, satu akun email Google Workspace Starter, dan lisensi Elementor Pro Essential. Semua angka dari tabel di atas.

Komponen Tahun pertama Tahun kedua (bila memakai harga normal)
Domain .co.id Rp300.000 Rp300.000
Hosting Small (12 bulan) Rp214.800 Rp600.000
Google Workspace Starter, 1 pengguna (12 bulan) US$50,40 US$84
Elementor Pro Essential US$60 US$60
Total Rp514.800 + US$110,40 Rp900.000 + US$144

Hosting di tahun kedua hampir tiga kali lipat tahun pertama, dan email naik dari US$4,20 ke US$7 per bulan. Keduanya tertulis di halaman harga masing-masing: Rumahweb menyebut harga promo hosting berlaku untuk tahun pertama, dan Google menyebut harga perkenalan Workspace berlaku 12 bulan sebelum harga standar.

Perhitungan ini belum memasukkan biaya pembuatan, foto, atau perawatan. Jadi saat menerima penawaran, tanyakan juga berapa tagihan di tahun kedua.

Di dooha.id pun polanya mirip. Domain dan hosting gratis di tahun pertama (domain gratis hanya untuk .com, .co.id, dan .id), lalu mulai tahun kedua ditagih sesuai invoice (Syarat Layanan dooha.id). Dari vendor mana pun, minta angka tahun keduanya sejak awal.

Kenapa biaya jasa pembuatan website bisa jauh berbeda

Dua penawaran untuk “website company profile” bisa berselisih jauh karena isinya berbeda, meski namanya sama. Yang paling memengaruhi harga:

  1. Jumlah halaman. Lima halaman berbeda dengan dua puluh halaman layanan yang masing-masing punya teks sendiri.
  2. Siapa yang menulis teksnya. Kalau kamu menyerahkan poin-poin usaha dan vendor yang menyusun kalimatnya, ada pekerjaan menulis di situ.
  3. Foto. Foto produk dan proyek milikmu sendiri gratis, foto stok kadang berbayar, dan fotografer tentu lain lagi hitungannya.
  4. Fitur. Formulir permintaan penawaran, katalog produk, dua bahasa, toko online, atau asisten chat AI menambah waktu pengerjaan dan pengujian.
  5. Jatah revisi. Di Syarat Layanan kami, satu putaran revisi adalah satu kumpulan masukan yang dikirim sekaligus, dan jumlah putarannya berbeda per paket.
  6. Skema bayar. Ada yang bayar sekali di depan (beli putus), ada yang dicicil bulanan dengan kontrak.

Bedanya mirip membeli ruko dan menyewanya. Beli putus terasa berat di awal, setelah itu kamu tinggal membayar perpanjangan dan perawatan. Skema bulanan ringan di depan, tapi ada masa kontrak yang harus dijalani; Paket Bulanan dooha.id, misalnya, memakai kontrak 12 bulan yang ditagih per bulan. Di dooha.id, paket bulanan dan paket beli putus sama-sama banyak dipilih klien.

Pendapat saya, yang murah dan cepat belum tentu bagus. Harga rendah biasanya berarti ada yang dipangkas, entah jumlah revisi, teks yang ditulis seadanya, atau tidak ada yang merawat website setelah serah terima. Bandingkan isi penawarannya, jangan hanya angka totalnya.

Biaya yang jarang tertulis di penawaran

Beberapa biaya baru terasa setelah website tayang.

Domain yang telat diperpanjang

Lewat masa tenggang, domain harus dipulihkan dengan biaya berlipat. Di tabel Rumahweb tadi, restore .com Rp1.800.000, lebih dari delapan kali harga perpanjangannya. Di dooha.id, pemulihan domain yang sudah lewat masa tenggang dikenai 4 kali biaya perpanjangan, dan kami mengirim pengingat 30 hari sebelum jatuh tempo.

SSL yang tidak diperpanjang

Sertifikatnya gratis, tapi perpanjangannya harus berjalan otomatis. Saya pernah menangani situs klien di server CyberPanel yang SSL-nya kedaluwarsa karena tugas perpanjangan otomatisnya belum dipasang. Ketahuannya sehari setelah sertifikat habis, dan perbaikannya selesai dalam sehari. Selama sertifikat kedaluwarsa, browser menampilkan peringatan bahwa koneksi ke situs itu tidak aman. Penyebab dan cara memeriksanya saya tulis di artikel SSL Let’s Encrypt tidak auto renew.

Lisensi yang dobel

Builder berbayar, tema premium, dan plugin formulir premium sering dibeli bersamaan, padahal fiturnya tumpang tindih. Untuk website company profile, tema yang saya pakai antara lain Astra dan Hello dengan Elementor, ditambah plugin seperlunya: satu plugin SEO (Yoast SEO, All in One SEO, atau Rank Math), LiteSpeed Cache untuk cache, dan Site Kit by Google untuk analitik. Sebelum membeli plugin premium, cek dulu apakah fiturnya sudah ada di tema atau plugin yang terpasang.

Waktu kamu sendiri

Logo, foto, kontak, dan poin-poin usaha harus disiapkan pemilik usaha. Materi yang terlambat membuat jadwal ikut bergeser. Berapa lama pengerjaannya kalau materi sudah siap atau belum, saya rinci di artikel lama pembuatan website company profile.

Promosi setelah tayang

Website yang sudah jadi belum otomatis ramai. Dikenal secara organik lewat Google butuh waktu, sedangkan jalur cepatnya iklan, dan itu butuh anggaran tersendiri. Sisihkan pos ini terpisah dari biaya pembuatan.

Mana yang boleh dihemat, mana yang jangan

Boleh dihemat Sebaiknya jangan dihemat
Jumlah halaman di awal. Lima halaman yang lengkap lebih berguna daripada lima belas halaman kosong Domain atas nama perusahaanmu sendiri, bukan atas nama vendor
Builder atau tema berbayar, kalau fitur versi gratisnya sudah cukup Perpanjangan otomatis SSL dan pengingat perpanjangan domain
Foto stok, bila kamu punya foto produk atau proyek sendiri Backup berkala yang bisa dipulihkan
Email bisnis berbayar, selama email bawaan hosting masih memadai Teks halaman layanan yang menjelaskan apa yang kamu kerjakan
Fitur yang “mungkin nanti dipakai” Akses admin penuh dan file website yang bisa kamu minta kapan saja

Untuk email, saran saya ke klien: pakai dulu email bawaan hosting supaya biayanya hemat. Pindah ke Google Workspace kalau memang dibutuhkan untuk ekspansi usaha, dengan catatan anggarannya sudah tersedia.

Hal di kolom kanan sebaiknya tertulis di penawaran. Di Syarat Layanan dooha.id, domain didaftarkan lewat PANDI atas nama klien, dan file website bisa diminta kapan saja. Beberapa klien kami datang dengan domain yang masih terdaftar atas nama vendor lamanya. Setelah migrasi ke tempat kami, data pendaftar domain itu sepenuhnya berisi informasi milik klien sendiri.

Cara menyusun anggaran website perusahaan

Langkah 1: Tulis daftar halaman yang benar-benar dibutuhkan

Mulai dari Beranda, Layanan, Tentang, Portofolio atau proyek, dan Kontak. Tambahkan halaman lain hanya kalau ada isinya.

Langkah 2: Pilih domain dan cek syaratnya

Untuk .co.id, siapkan KTP dan NIB. Catat harga pendaftaran dan harga perpanjangannya, bukan harga pendaftaran saja.

Langkah 3: Hitung biaya tahunan untuk tahun pertama dan tahun kedua

Pakai tabel simulasi di atas sebagai contoh. Masukkan domain, hosting, email, dan lisensi yang kamu pakai, lalu tulis dua angka: tahun pertama dan tahun kedua.

Langkah 4: Minta penawaran tertulis dengan rincian yang sama

Minta vendor menuliskan jumlah halaman, siapa yang menulis teks, jatah revisi, fitur, garansi, dan biaya tahun kedua. Dengan rincian yang sama, dua penawaran baru bisa dibandingkan.

Langkah 5: Sisihkan pos perawatan dan promosi

Perawatan bisa kamu kerjakan sendiri atau diserahkan ke vendor. Promosi bisa organik (lebih lama) atau iklan (lebih cepat, butuh anggaran). Keduanya tetap perlu ada di catatan anggaran, walau nilainya nol di bulan pertama.

Pertanyaan seputar biaya website perusahaan

Berapa biaya membuat website perusahaan?

Biayanya terdiri dari pembuatan (sekali di awal atau dicicil) dan biaya tahunan. Untuk biaya tahunan pihak ketiga, contoh per 29 Oktober 2026: domain .co.id Rp300.000 per tahun, hosting paket kecil sekitar Rp17.900 per bulan di tahun pertama, SSL gratis lewat Let’s Encrypt, dan email Google Workspace mulai US$7 per pengguna per bulan setelah masa promo. Biaya pembuatan bergantung pada jumlah halaman, teks, foto, dan fitur.

Berapa harga domain untuk 1 tahun?

Per 29 Oktober 2026 di Rumahweb, domain .id Rp219.000 per tahun, .co.id Rp300.000 per tahun, dan .com Rp137.000 di tahun pertama lalu Rp219.000 untuk perpanjangan. Harga di registrar lain bisa berbeda, jadi selalu cek harga perpanjangannya juga.

Apakah 1 hosting bisa untuk 2 domain?

Bisa, kalau paketnya mengizinkan lebih dari satu website. Contohnya, paket Entry Rumahweb untuk 3 website dan paket Small untuk 6 website. Cek batas jumlah website dan kapasitas penyimpanan di paket hostingmu.

Kenapa jasa pembuatan website ada yang mahal?

Karena isi pekerjaannya berbeda: jumlah halaman, penulisan teks, foto, fitur seperti formulir atau toko online, jatah revisi, dan ada tidaknya perawatan setelah tayang. Bandingkan rinciannya satu per satu sebelum melihat totalnya.

Apakah perlu membayar sertifikat SSL?

Untuk website perusahaan pada umumnya, tidak. Let’s Encrypt menyediakan sertifikat gratis, dan banyak paket hosting sudah memasangnya. Yang perlu dipastikan adalah perpanjangannya berjalan otomatis.

Minta angka tahun kedua sebelum tanda tangan

Sebelum memilih vendor, minta dua angka di setiap penawaran: total di tahun pertama dan total di tahun kedua. Dari selisih keduanya, kamu bisa melihat mana penawaran yang ringan di depan tapi berat di belakang.

Kalau ingin melihat isi paket website dooha.id beserta skema bulanan dan beli putusnya, buka halaman Paket, atau ceritakan kebutuhan website perusahaanmu ke kami supaya kami bisa mengirim penawaran tertulis.

Deni Rusdiaman

Founder dooha.id. Sudah 14 tahun berkecimpung di dunia web dan IT.

Mau tahu biaya untuk bisnis Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda dalam 15 menit. Kami kirim rincian paket dan harganya.